Cerita Sex Cinta Tak Pernah Memihak – Part 6

Cerita Sex Cinta Tak Pernah Memihak – Part 6by on.Cerita Sex Cinta Tak Pernah Memihak – Part 6Cinta Tak Pernah Memihak – Part 6 Part 6 ( Terbentuknya sebuah perasaan ) Hawa panas kawah berapi yang terselimuti angin. Merambat menusuk rongga-rongga jantung. Mencampurkan perasaan sedih dan senang. Mengalir melalui nadi-nadi darah. Merasuki setiap tulang rusuk. Menggumpal bersama daging. Menikmati pemandangan kawah yang mengeluarkan aroma blerang Dra lo mau ke bawah gk ? […]

Cinta Tak Pernah Memihak – Part 6

Part 6 ( Terbentuknya sebuah perasaan )

Hawa panas kawah berapi yang terselimuti angin.
Merambat menusuk rongga-rongga jantung.
Mencampurkan perasaan sedih dan senang.
Mengalir melalui nadi-nadi darah.
Merasuki setiap tulang rusuk.
Menggumpal bersama daging.

Menikmati pemandangan kawah yang mengeluarkan aroma blerang Dra lo mau ke bawah gk ? seru tau Dina berdiri dengan semangatnya menarik tanganku, senyum sumringah menghiasi bibirnya. Baru kali ini ku lihat senyum tanpa beban membuat wajah ayunya semakin nampak bersinar.

Aman gk nih jawabku berdiri menggenggam erat tangan halusnya. Kami menuruni kawah yang masih aktif itu. Ku tuntun Dina, sesekali Dina hampir terpeleset dan merangkul tubuhku.

Aku senang saat bersama Dina saat ini, tapi andai wanita yang bersamaku saat ini adalah Vika mungkin aku akan lebih sangat bahagia. Eh mengapa Vika melintas di pikiranku. Ah mungkin Vika juga sedang bersama kekasihnya itu. Andai ku terima ajakannya untuk mengerjakan tugas bareng mungkin akan lain ceritanya tapi ah sudahlah.

Awas Dra Dina mengagetkanku yang berada di tepi kawah, seolah-olah dia ingin menceburkanku ke dalam kawah itu.

Stress lo Din, klo gw nyemplung gimana ?? terang saja jantungku langsung berdebar kencang. Sialan juga nih cewek ngagetin gw.

Udah yuk ke atas aja, panas di kawah ku tuntun Dina kembali menuju atas. Kami menuju pusat penjualan pernak-pernik.

Dina sedang mencari-cari barang yang menarik untuk di beli, sedangkan pandanganku tertuju pada 1 kalung terbuat dari batu yang di poles sehingga tampak mengkilap berwarna hijau muda. Kebetulan sekali warna kesukaan Vika. Hhhmmm bagus juga klo dipake Vika ya, bagaimana jika aku belikan 1 untuknya sebagai permintaan maafku menolak ajakannya kemarin. Mungkin ini akan jadi awalku bisa menunjukan kepedulianku padanya.

Ah Setelah ku beli kalung itu Dina melihat kearahku, belum sempat ku kantongi kalung itu. Sepertinya Dina melihatku membeli kalung.

Jika dia bertanya untuk siapa ku beli kalung itu, apa yang harus ku jawab. Mungkin akan menyinggung perasaan Dina apabila ku menyebut wanita lain tapi apakah Dina memiliki perasaan untukku. Bukannya semalam Dina sudah menunjukan tanda2 dia memiliki perasaan terhadapku.

AAAAAAAAAAaaahhhhhhhhhhhhhhh kenapa ku jadi bingung begini.

HHHmmm nih buat lo Din ku tersenyum sambil memakaikan kalung yang ku beli di lehernya.

Huh kenapa tiba2 saja ku berikan kalung itu pada Dina. Bukankah dia bisa membeli kalung berlian. Bisa2 ku ditertawakan oleh Dina karna membelikan kalung murahan, lagi pula kalung itu bukan untuknya tapi untuk Vika.
Wooowww makasih banget Dra. Muuaachh kecupan Dina menyambangi bibirku, nampak begitu bahagia terpancar dari wajahnya. Apa mungkin dia benar2 senang dengan pemberianku.

Itukan kalung murah kenapa lo kayaknya senang banget Din ? dahiku berkerenyit keheranan dengan tingkah Dina.

Gk tau yg jelas gw seneng banget Dina menggandeng tanganku untuk kembali mengelilingi kawasan gunung tangkuban perahu.

Uuuwwwaaaa panas panas huft huft huft mulutku seperti terbakar saat memakan tahu sumedang yg baru saja diangkat dari penggorengan

Rakus sih lo masih manas main telen aja Dina langsung saja menuangkan air kedalam mulutku secara paksa.

Gluk gluk gluk mbbuuaaahhh ku muntahkan semuanya. Ku tarik nafas dalam2, sialan si Dina sudah mulai menjailiku

Ha ha ha ha ha lo lucu banget klo lagi begitu tertawa lepas lalu menyiram sisa air di botol ke kepalaku

Sialan awas lo Din ku cubit pipinya yg menggemaskan itu

Tak terasa posisi matahari sudah tepat di atas.

Din lo gk laper tatap mataku penuh harapan kepadanya.

Biasa aja sih ngeliatnya, kayak kucing ngincer pala ikan aja ejek Dina yg sepertinya sudah hafal dengan tingkahku.

Kami menyudahi rekreasi kami di gunung tangkuban perahu. Menuju tempat makan yg ada di sekitar sana.

Sesampainya di restoran khas sunda, kami duduk di saung yang di bawahnya terdapat kolam ikan. Dina memesan 3 ekor ikan gurame asam manis 2 mangkung sayur asam dan 4 gelas jus strobery khas tempat itu.

Pesennya banyak banget Din, ternyata lo maruk juga ya senyumku lebar menatap matanya

Ini semua buat lo kudanilllllllllllll Dina mencubit kencang sekali kedua pipiku sampai berbekas merah. Nampaknya dia kesal karna ku tuduh maruk. Hi hi hi hi

Langit tampak gelap sepertinya mau hujan. Udara di sekitar semakin dingin, menambah nikmat acara santap siang kami.

Huuuooooo kenyangnya ku rebahkan tubuhku menikmati udara yang semakin dingin.

Uuuuuuuwwwwwaaaaaaaaaaa tiba2 saja Dina ikut merebahkan kepalanya di perutku dengan kencang. Hampir saja ku muntahkan semua makanan yang baru saja ku makan

Kenapa lo Dra, he he he Dina menatapku puas sejak tadi mengerjaiku.

Lo kesurupan penunggu Villa ya, dari tadi iseng banget tiba2 Dina merangkulku erat sekali

Jangan omong yang aneh2 ah terasa tubuh Dina yang gemetar. He he he sepertinya sekarang ku tahu kelemahan Dina ( nyengir iblis )

Gemerincik air hujan yang sudah membasahi bumi membuat kami menunggu sejenak di tempat itu. Dina makin mempererat rangkulannya karna udara yang semakin dingin yang bahkan dapat membekukan tulang2 kami.

Dra lo gk pernah cerita tentang kehidupan lo suara Dina begitu pelan, begitu lembut.

Emang ada apa dengan kehidupan orang seperti gw ini ku tatap wajahnya yg memerah kedinginan.

Din lo kok kalo makan dikit banget nanti mati lho celetukku membuat Dina sepertinya emosi.

Walaupun hidup gw memuakan seperti ini tapi mana mungkin gw mati ninggalin cowok yg kelaperan kayak lo jawab Dina mengejekku.

Apapun yang terjadi nanti gk akan ada penyesalan dalam hidup kita. Oke Dra tersenyum lebar sepertinya Dina sudah melepas semua beban yang selama ini dia pikul.

Hujan semakin lebat disertai angin kencang, kami memutuskan kembali ke Villa sebelum saungnya rubuh tertiup angin.

Sesampainya di Villa kami langsung masuk kamar. Dina langsung melepas semua pakaiannya lalu menuju tempat tidur dan menyelimut dirinya dengan selimut yang ada di sana. Aku hanya terpaku menatap tubuh wanita yang satu ini. Walaupun sudah sering ku melihat tubuhnya dan menikmatinya tapi tetap saja aku masih terpesona. Mungkin karna baru tubuh Dina satu2nya yang kulihat secara langsung.

Woy bengong aja, masih kaku aja sama gw ucapan Dina membuyarkan lamunanku. Aku pun melepas semua pakaiannya dan menyusul Dina.

Dina langsung memeluk erat begitu aku masuk ke dalam selimutnya. Kulitnya terasa lebih halus karna efek suhu yg rendah. Aliran darah kami semakin kencang karna birahi yang sudah di puncak.

Dra kita buat permainan yang seru yuk ucap Dina

Gimana caranya tanyaku penasaran dengan permainan itu.

Dina beranjang dari tempat tidur menuntunku menuju balkon yang berada lantai dua. Di balkon terdapat 2 buah kursi goyang yang 1 sudah tidak ada pegangan tangannya dan 1 buah meja. Dina menuntunku agar ku menduduki kursi goyang yang sudah tidak ada pegangannya itu. Lalu Dina pun duduk di pangkuanku.

Dingin banget Din, mana kita gk pake baju lagu ucapku menggigil kedinginan. Tanpa peduli dengan ucapanku Dina memelukku erat dan mencubui bibirku.

Hangat kan Dra ucap Dina lirih. Ku belai punggungnya yang halus, lidah kami saling berpagutan memberi kenikmatan di sore hari yang hujan ini.

Hhhhhmmmm ciuman lo makin lembut aja Dra puji Dina di sela2 percumbuan kami. Digesek-gesekan bibir vaginanya di batang penisku yang semakin mengeras.

Cipratan air hujan membasahi tubuh kami yang sedang dilanda birahi yang begitu tinggi. Ku balikkan posisi kami, sehingga kali ini Dina yang duduk di bangku goyang. Ku jelajahi tubuh halusnya. Dari mulai betis kaki kirinya, ku jilati naik menuju pahanya.

OOooohhh Dra geli, keseringan nonton bokep Jepang nih lo celoteh Dina menikmati gelitikan lidahku di kakinya.

Emang klo bokep Jepang gini ya ??? wah ketauan lo sering nonton bokep ucapku. Kulanjutkan petualanganku mencari harta kenikmatan di tubuhnya. Ku telusuri kaki kanan Dina kali ini dari pangkal paha menuju betisnya. Kaki Dina nampak gemetar entah karna dingin atau karna perjalanan lidahku ini.

Dina yg nampak sudah tak sabar mengangkat kepalaku yg sedang bermain-main di betisnya menuju vaginanya Lo gk denger apa memek gw manggil2 dari tadi ucap Dina lalu menekan kepalaku, meminta agar ku jelajahi juga vaginanya.

Vagina yang sudah basah ku jilati perlahan dari ujung atas vaginanya. Ku klitik2 dengan lidahku klitoris yang memerah padam. Tanganku tak tinggal diam, ku telusuri tubuh indahnya menuju payudaranya yg membusung tegang. Ku permainkan putingnya yang sudah mengeras

Nah gitu donk nenen gw juga udah manggil2 aaakkkkkhhhhh ceracau Dina makin menekan kedalam kepalaku.

getaran tubuh kami semakin kencang karna hujan yang tidak kunjung reda. Dina mengangkat tubuhku dan membalikannya. Sehingga posisiku kembali duduk di kursi itu. Dan Dina kembali menindih tubuhku dan langsung memasukan penisku yg sudah begitu kerasnya kedalam vaginanya yang sudah sangat basah

Aaaaaaaaccchhhh Gw pengen banget nyepong kontol lo dulu Dra tapi gw udah kedinginan banget Hhhhhmmmmmm pelukan Dina erat di tubuhku, pinggulnya bergoyang tak beraturan sementara bibirnya terus menerus mencumbui bibirku.

Ooooohhh Liar banget lo Din klo kedinginan gerakan pinggul ku semakin menjadi-jadi mengimbangi permainan Dina yang semakin liar.

Cplak cplok cplak cplok suara gesekan kelamin kami yang sudah sangat basah. Ku jilati leher jenjang Dina, lalu belakang kupingnya yang ku tau Dina sangat terangsang bila ku jilati bagian itu. Dina hanya bisa mengangkan kepalanya dan mempererat rangkulannya.

Ooooohhhhhhhh Dra lo juga liar banget ucap Dina, tangannya mecakar punggungku hingga terasa perih olehku.

Gerakan pinggul Dina makin cepat tak beraturan bahkan tubuhnya juga ikut bergoyang. Tiba-tiba Dina menghentikan gerakannya.

OOOOOOOOOOOooooouuuuuuuuuuggggggggghhhhhhhhhhhhhhh nikmat sekali begitu penisku terasa dicengkram erat dan dihisap oleh vaginanya.

Aaacccchhhh Ini namanya empot ayam Dra. Enak kan Senyum Dina penuh kepuasan karna membuatku melayang tinggi ke puncak birahi. Gila kalo kayak gini aku gk bakal bertahan lama nih.

Ini spesial buat lo senyum Dina dengan tatapan tajamnya mulai kembali menggerakan pinggulnya. Vaginanya masih mencengkram dan menghisap penisku.

OOOouuuggghh Belum pernah gw empot ayam sambil goyang2 gini. Ini khusus buat lo aja Dra ucap Dina memejamkan matanya dengan kepala mengadah keatas. Ku jilati leher dan dadanya yang beraroma harum itu

Din kamu ternyata di sini toh tiba2 saja wanita paruh baya berada di sebelah kami, membuatku kaget dan menghentikan aktifitas lidahku di tubuh Dina.

Mama kapan nyampenya hhhhmmmm, ssaammaaa siapa ma ke sininya ucap Dina tersengal merasakan nikmat tanpa menghentikan goyangannya di atas tubuhku. Tak ada rasa kaget pada Dina sepertinya mereka adalah keluarga yang sangat bebas.

Baru aja, mama sendiri ke sini mau santai. Kamu kok mainnya di sini sih klo masuk angin gimana ? wanita itu pun pergi berlalu membiarkan kami beradu kenikmatan.

Ssssshhhhhh santai aja Dra ucap Dina sambil tangannya menarik kepalaku mengarahkannya ke payudaranya kembali. Ku plintir2 putingnya yang lembut dengan bibirku.

Dina menjambak rambutku, mengacak2nya, menekan kepalaku begitu kencang hinggaku sulit untuk nafas.

AAAAAAAAAAAAAAAAAKkkkkkkkkkkkkkkkkkhhhhhhhhhhhhhhh h Jerit Dina dibarengi dengan siraman lendir vaginanya membasahi penisku menandakan orgasmenya terlepas.

Sorry Dra, gila gw nafsu banget ucap Dina melepaskan tekanan tangannya pada kepalaku,

Hah hah hah hampir mati gk bisa nafas gw ucapku tersengal2

Kali ini lo bener2 liar Din, punggung gw sampe lecet, kebanyakan nonton bokep barat kali lo ucapku.

Dina berdiri dan menuntunku kembali ke kamarnya. Sesampainya di kamar Dina langsung merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.

Aduuhh cape banget gw Dra, bentar ya nanti gw buat lo keluar juga, gw mau istirahat bentar dulu ucap Dina nampak kelelahan setelah pergumulan kami tadi.

Ya udah lo istirahat aja dulu ku coba mengerti keadaan, wajar saja Dina sangat lelah, perjalanan 5 jam dari jakarta-bandung lalu berbelanja 3 jam dan kami bermain sampai larut kemarin malam. Dilanjut kami harus bangun pagi2 untuk pergi menuju tangkuban perahu.

Ku kenakan pakaianku dan keluar menuju ruang depan untuk menonton tv. Di lantai 1 terdapat 2 kamar, dan saat menuju ruang depan aku melewati kamar yang 1 nya lagi.

Aaaaaaaahhhhhhh terus kang, kontol akang emang yang terhebat Oooouuuuggghhhh terdengar suara desahan wanita dari dalam kamar. Apa mungkin yang bercinta di dalam kang Karta dengan istrinya. Jika benar berani skali mereka memakai kamar majikannya untuk bercinta.

Terus kang, lebih kenceng lagi buat memek aku sampe ledes merah uuuuuuuufffffhhhhhhhh desahan wanita itu semakin menjadi-jadi.

Rasa penasaran menjalari pikiranku terlebih ku masih bernafsu karna belum tuntas permainanku dengan Dina.

Ku ambil kursi lalu ku intip dari lubang udara yg ada di atas pintu kamar itu. Jantungku makin berdegup kencang ingin menyaksikan permainan seks secara langsung. Hah Aaaappppaaaaaaa ternyata mamanya Dina dengan kang Karta sedang beradu kelamin. Dimana posisi kang Karta menindih tubuh majikannya yang masih terlihat bagus walaupun ada beberapa timbunan lemak di lengan, perut dan pahanya itu tetapi tidak begitu ekstrim sehingga masih terlihat lumayan menggoda.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.